IB Kusuma Rai dinobatkan sebagai juara Quiksilver’s King of The Groms SEA 2012

Ida Bagus Kusuma Rai Tanabe
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

10 Juli 2012, Kuta-Bali: Ida Bagus Kusuma Rai Tanabe (Gusde) usia 15 tahun dari Kuta, dinobatkan sebagai juara Quiksilver King of The Groms SEA kemarin di pantai Kuta di depan keluarga dan teman-temannya setelah berhasil mengalahkan Reef Doig dari Australia di final.

Kedua peselancar di bawah usia 16 tahun ini bertarung selama 2 hari dengan kondisi ombak yang menantang bersama para grommet (istilah untuk anak dibawah 16 tahun) yang berbakat dan bersemangat untuk berkompetisi di final hari Minggu sore untuk dinobatkan sebagai “King” dan mendapatkan hadiah perjalanan yang semuanya ditanggung untuk berkompetisi di final  Quiksilver King of the Groms International di Perancis, serta memenangkan 1 unit motor dari Yamaha.

Reef Doig
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Kemarin merupakan final yang luar biasa dengan ombak berukuran 1-2 kaki, dimana kebanyakan ombak hanya memberikan satu atau dua aksi yang terbaik, , para peselancar ini melakukan aksi blow for blow, smashing the lip, balapan dan mengambang sebagian, melakukan semua yang mereka bisa lakukan untuk mengesankan para juri dan mendapatkan skor besar.

Dalam klimaks menuju final, dalam waktu kurang dari semenit yang tersisa dan Gusde yang memimpin, Reef mengintai ombak kecil yang berbaris  tapi kemudian melepasnya setelah tahu ia hanya membutuhkan skor kecil 3,05 untuk menang. Setelah selesai dan mendapatkan tiga putaran, Reef, Gusde dan semua orang di pantai menunggu dengan gelisah untuk hasilnya saat mereka berjalan kembali ke tenda juri, tapi hal tersebut tidak diumumkan hingga saat acara penyerahan hadiah di pinggir pantai. “Hampir mendekati skor …. tapi tidak cukup untuk memenangkan, Reef,” seru Tipi Jabrik dari Quiksilver kepada Reef dan penonton yang menunggu. “Kamu membutuhkan skor 3,05 dan para juri memberikan 2,9! Usaha yang baik Reef, dan selamat kepada Gusde, juara King of The Groms SEA yang baru!”

Podium
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Reef menanggapinya dengan tersenyum dan dari podium menjawab, “tadi merupakan final yang bagus dan terima kasih kepada sponsor saya, dan selamat kepada Gusde yang surfing sangat bagus!”

Gusde mungkin masih terkejut mendengar kemenangannya, karena ketika ditanya bagaimana perasaannya memenangkan King of the Groms dan mendapatkan hadiah perjalanan ke Prancis hanya bisa tersenyum dan membalas, “Saya sangat senang, sangat senang sekali!”

Sebanyak 97 anak laki-laki dan perempuan mengikuti kompetisi tahunan final Quiksilver King of the Groms  se-Asia Tenggara di Pantai Kuta , tahun ini ada penambahan Roxy Jam khusus untuk anak perempuan, di mana mereka bisa berkompetisi sesame perempuan bukan mencampurnya dengan anak laki-laki.

Cinta Hansel
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Sedangkan sebanyak 16 anak perempuan ikut serta dalam Roxy Jam, dengan hasil Joniati “Cinta” Hansel yang berusia 10 tahun memenangkan kompetisi di final dengan manuver-manuver floater-nya. Ia mendapat pelukan dan ciuman bertubi-tubi dari  ayahnya yang merupakan sharper Bruce Hansel , serta menerima voucher Roxy sebesar 2 juta Rupiah (lebih dari $ 200 USD) dan Coca-Cola Encouragement Award berupa surfboard yang dirancang khusus.

Jake Paterson dari Quiksilver ketika diminta komentarnya mengenai penyelenggaraan dan kemajuan yang  telah ia lihat di dunia berselancar di Bali tahun ini dibandingkan beberapa tahun terakhir, dia menjawab, “Level berselancar di sini terus meningkat. Akhir pekan ini ombak sangat kecil dan sulit untuk surfing, tetapi anak-anak itu tetap menghajarnya dengan semangat. Jadi saya rasa masa depan bselancar di Indonesia akan sangat bagus.

Roxy Jam Podium
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Yang sangat mengesankan saya adalah kelompok anak-anak yang berusia antara 10-12 tahun. Kelompok usia 14 -16 tahun sudah sangat baik sekarang, tapi anak-anak generasi berikutnya ini akan luar biasa. Saya tak sabar untuk melihat bagaimana mereka berkembang selama beberapa tahun ke depan, dan saya tidak sabar untuk kembali dan melakukannya lagi tahun depan!”

Final Quiksilver King of the Groms se-Asia Tenggara merupakan bagian dari “Bali’s Big Eco Weekend” yang diselenggarakan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver, event tahunan dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, industri swasta di Indonesia, serta dunia terhadap masalah lingkungan  di Bali dan Indonesia yaitu masalah dalam pengelolaan sampah dan menjaga pantai agar tetap bersih, serta air bersih.

Legends Signatured
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Untuk lebih mendapatkan perhatian dan meningkatkan kepedulian dalam menghadapi masalah-masalah di Bali, Quiksilver mendapatkan dukungan dari para surfer (peselancar) legendaris dunianya, mereka adalah 4X juara dunia – Mark Richards, 2X juara dunia -Tom Carrol, juara dunia tahun 1989 Martin Potter, Matt Hoy yang memiilki julukan “outlaw power surfer”, dan Jake Paterson yang dikenal sebagai “Pipeline Master”. Kelima peselancar legendaris ini datang ke pantai dan menandatangani poster, melihat anak-anak berselancar , lalu ikut berselancar melawan para peselancar lokal dalam “Locals vs Legends tag team challenge”.

Hal ini menjadi acara yang paling menarik bagi pengunjung dan penonton di pantai pada hari itu, ditambah dengan komentar-komentar seru dan kocak  dari Vaughan Blakey – editor dari Surfing World yang menjadi komentator pada saat para peselancar legendaris tersebut melawan para peselancar lokal dari Quiksilver.

Quiksilver Tag Team
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Pada akhirnya tim lokal Quiksilver berhasil merebut trophy dari para peselancar legendaris, dimana tahun lalu Jake Paterson berhasil memberikan kemenangan untuk timnya. Tetapi tahun ini Tipi Jabrik yang merupakan tim dari peselancar lokal berhasil mengalahkan Jake, dan saat keluar dari dalam air Tipi mengangkat tinggi papan surf- nya merayakan kemenangan dari tim lokal. Tetapi Jake tidak terlihat kecewa, ia juga mengatakan “Jangan khawatir Tipi, tahun depan saat ombak lebih besar, kami akan mengambil trophy-nya kembali… tunggu saja!”

Tom Carroll yang berasal dari pantai Newport, yang merupakan anggota baru di tim Legends tahun ini sangat menikmati waktunya di Bali, mengatakan bahwa kecilnya ombak juga menjadi salah satu faktor dari kekalahan mereka, “kompetisi lokal melawan para legenda ini sangat menyenangkan, tetapi ombaknya sangat kecil sekali, saya bahkan nyaris tidak bisa berselancar! Tetapi sangan menyenangkan bisa bertemu dan beraktifitas bersama dengan MR, Pottz, Hoyo, dan Jake, juga Ketut Menda dan tim Bali, dan melihat anak-anak berselancar melawan kami. Penontonnya juga seru, senang melihat mereka juga menikmati acara ini seperti halnya kami.”

Sumo Wrestling
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Sebagai bagian dari aktifitas para legenda selancar ini, terdapat pula turnamen golf dan makan malam yang bertujuan untuk pengumpulan dana di Pan Pacific Nirwana Bali Resort, dimana replika dari papan surf para legenda ini dilelang bersama dengan beberapa produk lainnya, dalam rangka pengumpulan dana sebesar $44,000 USD untuk membantu membersihkan pantai di Bali, ditambah dengan acara lelang yang berlangsung di Mantra, dimana para pengunjung dapat menawar dan memiliki kesempatan untuk berselancar bersama para legenda, untuk acara ini dana sebesar lebih dari $2,000 USD berhasil dikumpulkan.

Total pengumpulan dana ini bersama-sama dengan dana yang disumbangkan oleh Garuda Indonesia dan para sponsor lainnya, yang akan digunakan untuk mebeli peralatan untuk membersihkan pantai dalam usaha dalam menjadikan Bali lebih bersih dan terjaga kelestariannya.

KOTG Kuta Beach Final
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

CEO Quiksilver SEA Paul Hutson sangat senang dan bangga dari hasil yang didapatkan dari keseluruhan acara di akhir pekan kemarin, ia mengatakan “menurut saya hasil yang kami dapatkan dari seluruh acara di akhir pekan kemarin, melampaui perkiraan kami sebelumnya, dan untuk itu saya ingin berterima kasih kepada Garuda Indonesia sebagai sponsor utama, para peselancar legendaris yang telah meluangkan waktunya untuk datang dan membantu, partner kami Coca Cola Amatil Indonesia, Yamaha, dan para sponsor lainnya, dan untuk para penjaga pantai yang telah membantu kami setiap tahunnya, juga semua orang yang telah membantu kami untuk membuat acara akhir pekan kemarin luar biasa sukses. Mengumpulkan dana sebesar Rp. 425,400,000 (sekita $48,000 USD) merupakan sebuah prestasi yang luar biasa, dan nantinya akan menghasailkan sebuah lompatan besar dalam misi kami untuk menjaga kebersihan di Bali, juga sebagai contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga masyarakat dunia untuk ikut serta.”

Cinta Hansel – Custom Board Award
Photo by Tim Hain / Coca-Cola ISC Tour

Silahkan lihat  lebih banyak lagi mengenai aktifitas di Bali’s Big Eco Weekend di: www.bbew.coca-colaamatil.co.id.

Lihat  video-video menarik dari Sean Gilhooley ISC-Coca-Cola  di:

Quiksilver KOG Day 1:

http://www.youtube.com/watch?v=6BhG75yDVNk&feature=youtu.be

Quiksilver KOG Day 2:

http://www.youtube.com/watch?v=N25RCRga0zY&feature=youtu.be

Klik www.isctour.com/events/kog12 untuk melihat skor, foto dan masih banyak lagi dari kompetisi setiap harinya. Dapat juga dilihat di facebook Indonesian Surfing Championship  (www.facebook.com/isctour) dan Quiksilver Indonesia (www.facebook.com/QUIKSILVER.INDONESIA)

Quiksilver King of the Groms SEA Contest Results:

1.  Ida Bagus Susuma Rai Tanabe (Bali)

2.  Reef Doig (Australia/Bali)

Equal 3rd place:  Made Tedi (Bali) and Angga Bayu (Bali)

Roxy Jam Result:

 1.  Joniata “Cinta” Hansel (Bali)

2.  Julika (Bali)

3.  Taina Izquiredo (Bali/PR)

4.  Kailani Johnson (Bali/USA)

Coca-Cola Encouragement Award – Joniata “Cinta” Hansel

Quiksilver King of The Groms 2012 dipersembahkan oleh Coke Zero dan didukung oleh Yamaha, dengan media partner Now Bali!, Now Jakarta!, Bali & Beyond, Kaskus, Hard Rock FM Bali, Dreambox, BAM, Lines Magazine, Surfersvillage.com, SurfTime Magazine, Magic Wave Surf Community Newspaper, Balibelly.tv, Baliwaves.com, RVM Alam TV Bali, Outdoor Channel, dibantu oleh the Coca-Cola ISC’s “Keepin’ it Green” program by GUS, the ROLE Foundation, dan Climate Wave.

Quiksilver King of The Groms 2012 merupakan bagian dari divisi junior Coca-Cola Indonesian Surfing Championship, dimana anggota dari divisi junior Coca-Cola ISC ini menerima poin berdasarkan dari peringkat mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: